Rabu, 16 September 2015

Waktu Yang Paling Utama dalam Pelaksanaan Aqiqah

aqiqah purwokerto
Ilham Aqiqah - Bagi ummat Islam, aqiqah atau akikah merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Tetapi masyarakat awwam masih banyak yang belum mengetahui sunnah yang satu ini. Justru mereka lebih mengutamakan untuk melaksanakan acara ngupati dan mitoni. Ngupati itu perayaan empat bulan kehamilan, dan mitoni itu perayaan tujuh bulan kehamilan. Padahal ngupati dan mitoni bukan termasuk sunnah Rasulullah Saw, tapi berasal dari tata cara agama Hindu.

Berkatian dengan aqiqah, ternyata masyarakat masih belum mengetahui tentang waktu pelaksanaannya. Secara umum mereka menganggap aqiqah itu hanya bisa dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Dan sebenarnya memang benar bahwa pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda, “Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama”. (HR. al-Tirmidzi).

Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia mampu. Imam Malik berkata : Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah SWT : “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS.Al Baqarah:185)

Itulah waktu pelaksanaan aqiqah yang bisa dilaksanakan kapan saja ia mampu. Bagi anda yang sudah dewasa dan berkeluarga namun semasa kecil belum pernah aqiqah karena minimnya pemahaman agama orang tua, maka segeralah laksanakan aqiqah. Karena aqiqah termasuk sunnah yang sangat dianjurkan.

Tidak ada komentar:

Rabu, 16 September 2015

Waktu Yang Paling Utama dalam Pelaksanaan Aqiqah

aqiqah purwokerto
Ilham Aqiqah - Bagi ummat Islam, aqiqah atau akikah merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Tetapi masyarakat awwam masih banyak yang belum mengetahui sunnah yang satu ini. Justru mereka lebih mengutamakan untuk melaksanakan acara ngupati dan mitoni. Ngupati itu perayaan empat bulan kehamilan, dan mitoni itu perayaan tujuh bulan kehamilan. Padahal ngupati dan mitoni bukan termasuk sunnah Rasulullah Saw, tapi berasal dari tata cara agama Hindu.

Berkatian dengan aqiqah, ternyata masyarakat masih belum mengetahui tentang waktu pelaksanaannya. Secara umum mereka menganggap aqiqah itu hanya bisa dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Dan sebenarnya memang benar bahwa pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda, “Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama”. (HR. al-Tirmidzi).

Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia mampu. Imam Malik berkata : Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah SWT : “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS.Al Baqarah:185)

Itulah waktu pelaksanaan aqiqah yang bisa dilaksanakan kapan saja ia mampu. Bagi anda yang sudah dewasa dan berkeluarga namun semasa kecil belum pernah aqiqah karena minimnya pemahaman agama orang tua, maka segeralah laksanakan aqiqah. Karena aqiqah termasuk sunnah yang sangat dianjurkan.

Tidak ada komentar: